Selasa, 07 Februari 2012

MAAFKAN AKU SUAMIKU.

    Kenalkan namaku Wulan(bukan nama sebenarnya). Lewat tulisan ini kuberharap dapat dinikmati pembaca sekaligus mengurangi bebanku di hati. Saat itu usiaku 28 tahun dan anakku satu berusia 4 tahun sedangkan suamiku jadi TKI. Setahun setelah keberangkatan suamiku aku merasa kesepian walau sering telpon dengan suami tercinta dan tiap bulan selalu kirimkan gajinya untuk aku dan anakku.Aku tinggal di kampung jauh dari kota. Hanya anakku yang jadi penghibur kesepianku dan toko mamaku yang jadi kesibukanku. Ada seorang pelanggan namanya Damar sering belanja dan berlama lama di toko mamaku. Sepertinya dia tau kesepian yang menderaku. Dia tetanggaku, beranak 1 dan istrinya adalah teman mainku saat kecil. Sekarang jadi TKW sehingga Damar kesepian dan sering menggodaku. Sekuat tenaga aku menghindari rayuannya tapi karena kesepian aku terbawa juga.Tak lama aku mulai meyukai dan menyayangi Damar. Dia lelaki gagah,berhidung mancung dan selalu tampil modis. Jelasnya suamiku kalah penampilan. Seringkali kami berkirim surat juga SMS mesra tiap hari. Damar tipe lelaki romantis. Terkadang dengan uang kiriman dari istrinya dia belikan aku hadiah atau baju. Damar sangat menyayangiku dan bahkan berjanji andai suamiku tau hubungan kami dan marah hingga meninggalkanku Damar akan mengawiniku karena katanya aku lebih cantik dan lebih seksi dari istrinya. Maklum aku lebih muda dari istri Damar. Maka cintaku semakin menggelora kepada Damar dan hubunganku dengan suamiku seperti biasa tapi hatiku sepenuhnya untuk Damar.
    Pagi itu aku janjian dengan Damar untuk main ke kota. Pagi setelah memandikan anakku,aku menitipkannya pada mamaku. Aku bilang kalau mau ngecek kiriman suami di bank. Aku ke kota naik motor, walau rumahku dengan Damar hanya ratusan meter tapi tidak mungkin berboncengan agar tidak jadi gunjingan tetangga. Sesampai di kota aku menuju depot langgananku. Ternyata Damar sudah menungguiku. Kami pesan makanan kami ngobrol sambil tangan Damar meremas jariku."Sayang aku ingin bercumbu berdua denganmu" ucap Damar. "Iya tapi usai sarapan ya sayang" jawabku. Setelah keluar depot kami berboncengan biar enjoy. Sepedaku aku titipkan di penitipan yang buka sampai sore. Damar mengajakku ke sebuah hotel kecil di kota itu."Kok kesini sih" tanyaku. "Ga apa apa sayang.Aku ingin berduaan saja denganmu. Maukan?  Ayo masuk"
Sesampai dalam kamar hotel Damar mengunci pintu dan langsung melumat bibirku. Kami saling berpagutan. Tangan Damar meremas tetekku,menciumi leherku, membuat gairahku bergejolak. Tak sadar yang kupakai tinggal BH dan CD saja.Begitu cepat memekku menjadi basah mungkin karena lama tidak dicumbu suami. Biasanya Damar cuma sebatas mencium saja, tapi sekarang begitu buasnya sampai aku kewalahan.
Dari bibir sampai perutku dicumbui Damar. Jemarinya mulai mengusap memekku yang basah. "Ahh...ehmmm"desahku." Jangan terlalu jauh sayang,aku takut hamil" ucapku. Tapi Damar terus mencumbuiku sampai aku lupa segalanya bahkan BH dan CDku sudah terlepas. Gila batinku, kini aku telanjang digumuli laki laki yang bukan suamiku. Biadapnya aku. Damar mulai memainkan jemarinya di memekku. Clirotisku diusap usapnya hingga dadaku berdesir kencang. Tak hanya itu lidah Damar juga menyapu memekku yang merekah. Oooohhh sungguh nikmatnya. Tangan Damar menuntun tanganku ke penisnya. Woow besar sekali penisnya, panjang dan berotot.  Kelihatan ganas sekali karena rambutnya dicukur bersih. Saat kepala penis sudah didepan memekku aku berontak teringat suamiku.  "Jangan Damar" cegahku. " Ga pa pa sayang,ntar aku tumpahkan diluar aja biar ga hamil dan andaipun hamil aku akan bertanggung jawab karena aku sangat mencintaimu" rayu Damar. "Baiklah sayang, aku percaya. Lakukanlah aku milikmu seutuhnya sekarang"  Pelan pelan penis Damar memasuki liang kewanitaanku."Ahh..pelan sayang...sakit" Tahan dikit sayang, bentar lagi jadi nikmat." sedikit demi sedikit ditarik di dorong penis Damar. Walau sedikit perih tapi nikmatnya ga pernah kurasa sebelumnya. Penis suamiku kecil sehingga waktu penis gede Damar masuk luar biasa nikmatnya. Damar terus menggenjot...aku dapat orgasmeku."Ahh Damar enak penismu gede sekali" "gede mana sama milik suamimu" ."Gede sekali milikmu Damar. Aku menyukainya" Dasyatnya sodokan Damar membuatku hampir dapat lagi. Damar makin mempererat pelukannya."aahh sssssttt...crottt" kami orgasme bersama dan mani Damar hangat menyembur di rahimku. Untungnya baru bersih dari bulanan jadi aku tidak subur. Saat penis masih terjepit memekku Damar mencumbuiku. "Sayang aku mencintaimu, memekmu seperti perawan" Dekapankupun semakin erat. Hari itu kami bercinta lagi,lagi dan lagi.Pukul 4 sore sebelum pulang kami mandi bersama. Dengan mesranya kami saling memandikan. Penis Damar tegang mengacung dan akupun menungging menerima sodokan rudal Damar dari belakang. "AAhh...hujamkan yang keras sayang" pintaku sambil berpegangan tepian bak mandi. Penis Damar kuat sekali tapi aku gak kuat. Aku orgasme sedang Damar tak mengurangi sodokannya. Selang berapa saat Damarpun menyusul  Crooott...rahimku terasa hangat pancaran mani Damar. "Oohhh nikmatnya Terimakasih sayang. Aku puas banget kapan kapan kita ulangi lagi ya" aku merajuk pada Damar."Kapanpun kamu butuh tinggal bilang sayang" ucap Damar. Setelah mandi selesai kami pulang.
    Begitulah awal persetubuhanku dengan Damar. Hingga aku ketagihan dan sering melakukannya di hotel dan hal itu kami lakukan setahun lebih. Sampai akhirnya 2 bulan lagi suamiku pulang dari luar negeri. Aku berusaha menjaga jarak dengan Damar. Bahkan SMS Damar tak pernah kubalas.
    Setelah 3 tahun merantau suamiku pulang. Aku bahagia meskipun was was. Suamiku tambah putih dan ganteng sampai aku minder berjalan bersamanya. Malam pertama suamiku dirumah kebetulan anakku tidurnya sama neneknya. Kami langsung kunci kamar melepas segala kerinduan. Kami langsung saling membukakan pakaian yang kami kenakan. Keningku dikecup mesra bibirku dikulum begitu nikmatnya. Suamiku mencumbuiku menjilati leherku...ahhh,tak terlewat tetekku dihisap seperti sampai mau copot rasanya. "Aku sangat merindukanmu Bu, rindu hangat tubuhmu" kata suamiku sambil mengelus elus pahaku. "Aku juga Mas, tumpahkan semuanya sekarang dan jangan kau tinggalkan aku lagi ya" ucapku. Jilatan lidahnya mulai melahap memekku...nafasku makin tersengal. "Mas...ohh. Terus masssss oughhh" pintaku. Aku mulai meraba penis suamiku yang tak sebesar miliknya Damar tapi aku tak berpikir jauh sebab sudah terangsang berat. Lagian biar tidak besar itu sah milikku sendiri tanpa menanggung dosa. Memekku mulai basah tapi suamiku tak hentikan jilatannya di clirotisku. Di hisap dan digigit "ohhh ...aku tak kuat mas cepet masukkan Masss" rancauku. Suamiku melebarkan pahaku dan penisnya dimasukkan "pelan pelan ya Mas lama tidak dipakai nanti perih" bohongku. "iya Bu,kena pa buru buru. Akukan disampingmu terus". Penis suamiku mulai memasuki liang senggamaku. Walau kecil lumayan kokoh. Tapi baru dimasukkan sebentar "Maaf Bu aku gak kuat."ucap suamiku sambil pancarka maninya di memekku. Kecewanya aku, belum apa apa sudah keluar. "Ga pa pa Mas, mungkin masih terlalu capek. Ntar dicoba lagi" jawabku menyimpan dongkol. 


   Begitulah suamiku seperti baru nikah dulu baru masuk sudah crott, butuh waktu mengembalikan kejantanannya. Setelah dua minggu ku mulai merasakan kenikmatan orgasme hingga beberapa minggu kemudian aku aku hamil. 


   Benar kata pepatah sepandai pandainya menyimpan bangkai akan tercium juga. Satu bulan setelah suamiku di rumah,dia mendengar gunjingan tetangga tentang hubunganku dengan Damar. "Bu,sampai berapa hubunganmu dengan Damar" tanya suamiku. Dengan berlinang air mata"Hanya sebatas suka Mas,tidak lebih. " jawabku
Sepertinya suamiku percaya padaku. Selang berapa hari aku menerima surat dari Damar lewat temanku. Aku membacanya saat suamiku keluar rumah. "Sayang bagemana kabarmu aku merindukanmu saat bercinta di hotel. Apakah suamimu marah padamu? Kayaknya suamimu tau hubungan kita. Bila marah jangan khawatir. Andai kamu dicerai sekalipun aku akan meninggalkan istriku dan menikahimu. Aku sangat mencintaimu" Belum selesai kubaca surat itu tanpa kuduga suamiku datang dan berusaha merebutnya. Surat itu sobek dan aku hanya pegang sobekan kecilnya. Setelah baca surat itu suamiku marah besar." Berapa kali kamu tidur dengan Damar? Jangan jangan bayi yang kau kandung itu anak hasil hubunganmu dengan Damar. Aku capek capek nyari uang untukmu kamu malah selingkuh. Sekarang apa maumu" bentak suamiku. Dengan berurai airmata dan dengan segenap keberanian aku  menjawab "Hanya sekali Mas.Sumpah. Itupun tidak jadi dimasukkan karena aku takut hamil dan cepat cepat pulang. Maafkan aku Mas"  "Bohong" teriak suamiku. Saat itu aku langsung berkemas untuk tinggalkan rumah tapi suamiku menahanku. "Bila anak yang kau kandung anak Damar minggatlah dari rumah tapi bila dalam kandunganmu itu anakku jangan pergi. Tapi setelah kau melahirkan anak itu terserah kemana kamu pergi. Di hatimu sudah tak ada tempat bagiku" katanya. Ku mengurungkan niatku uk pergi. Mulai saat itu perlahan lahan mulai tenang. Suamiku memang penyabar hingga amarahnya tak sampai memukul tapi dendam sekali pada Damar walau bisa menahan diri. Aku kembali kepelukan suami. Apalagi setelah anak keduaku lahir. Suamiku makin sayang padaku walau kadang mengungkit hubunganku dengan Damar.Pelan pelan aku bisa melupakan Damar.  
   Kini usiaku 35 tahun.Dan sekarang aku jadi TKW di Hongkong karena hidup dikampung pas pasan sedang suamiku mengasuh kedua anakku di rumah. Setahun jauh dari suami membuatku kesepian. Bayangan Damar pun sering datang menggangguku. Aku berusaha mencari info no HP Damar lewat teman. Dia sekarang jadi TKI di Taiwan sedangkan istrinya di rumah karena baru melahirkan. Setelah dapat no HP nya Damar kami sering SMS atau nelpon. Damar masih mencintaiku. Aku rindu mancung hidungnya,dasyatnya sodokannya saat bercinta yang tak kudapat dari suamiku. Andai dulu boleh ke Taiwan pasti kusudah merasakan lagi rudal Damar yang ganas.Suamiku memang pandai antisipasi keadaan  "Kalau ke Taiwan kamu pasti gatal dan dicari Damar untuk berbuat mesum" kata suamiku. Suamiku sayang maafkan istrimu yang durhaka ini. Aku sangat mencintaimu suamiku tapi aku terlanjur sayang pada Damar. Cinta memang buta. Aku tak bisa melupakannya.Nasibmu memang kurang mujur suamiku. Istrimu yang cantik ini sudah ditiduri laki laki lain. Rudalmu kalah jauh dengan Damar Mas. Aku memang milikmu,mencintaimu dan menyayangimu tapi memekku tak cukup puas dengan burung pipitmu. Karena aku telah merasakan rudal Damar yang Perkasa. MAAFKAN AKU SUAMIKU.








4 komentar: